This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 20 Januari 2016

Ada Kelahiran Ada Kematian

Ketika sang bayi lahir ke dunia, semua yang menantikannya "Tertawa, Gembira dengan Senyum Bahagia". Padahal sang bayi (kita) lahir dengan Penuh Tangis karena dikeluarkan dari rahim ibu yang penuh kedamaian, lalu sang bayi masuk ke dunia yang penuh keributan ;

Maka balaslah, ketika kita kelak MATI (meninggal dunia), jadikanlah orang lain yang melepaskanmu "Menangis"
Penuh kesedihan, sementara Ruh atau JIWA kita "Tersenyum Gembira" meninggalkan dunia fana ini ;

Selamat dan semangat bekerja di awal minggu.

= MGH-18.1.16=

Resiko Berbuat Baik Dengan Orang Lain

Sangat mungkin terjadi di negeri ini ketika kita berbuat baik, menasihati, mengkritisi tulisan atau menolong orang lain, justru dibalas dengan sikap sinis, cacian dan hinaan.
Kalau ini terjadi, berarti anda atau kita tengah "didorong" memasuki gerbang ma'af, ikhlas dan kasih sayang. Maka tetaplah tersenyum dan bersabar dan jangan mundur ke belakang.

Negeri yang sedang sibuk membangun format akhlak, membangun sikap mental, adalah negeri yang mengalami krisis indentitas, krisis kepemimpinan, krisis ikhtikat baik apalagi sedang berada di tengah krisis multy dimensional, tentu bukan hal aneh jika di sana penuh dengan isue, intrik, propakanda, pencitraan murahan yang dikelilingi orang-orang yang sedang sibuk mencari dan mengais rejeki.

Jangan tanya di sana tentang masih adakah kesetiaan, kejujuran, dan kepedulian yang tulus.

Terkadang untuk sungguh-sungguh berjuang membangun negeri, satu-satunya kesadaran dan tekad itu datang dan terdorong kuat dengan sendirinya disaat negeri itu benar-benar hancur baik akibat ulah manusia itu sendiri atau datang dari Tuhan yang muak melihat tingkah kita dengan diturunkan Nya azab dan bencana dahsyat yang luar biasa.

Tetaplah berbuat baik apapun resikonya, semoga Tuhan bersama orang-orang yang berbuat kebaikan, aamiin.

Takar Dirimu Sendiri

Jika Harta dan Jabatan yang dikejar akan membuat JIWA dan IMAN kita TIDAK STABIL, maka sebaiknya terlebih dahulu belajar bagaimana menstabilkan dan meningkatkan Iman, moral baru mengejarnya harta dan jabatan ;

Jika belum mampu menghayati arti pentingnya, bahwa "MEBERI" kebaikan kepada orang lain itu jauh lebih MULIA ketimbang MENERIMA pemberian orang lain, maka sebaiknya tetaplah jadi PENERIMA yang baik dan tunjukkanlah rasa syukur kepada Tuhan dan mereka sebagai sang Pemberi ;

Ingatlah kiasan ini, bahwa "tangan di atas, selalu lebih Mulia daripada tangan di bawah".
Jadikan diri sebagai Sang Pemberi, lalu bersyukurlah kita yang telah diberi amanah oleh Tuhan untuk menyalurkan rejeki Nya kepada orang yang pantas menerimanya.

Semoga jadi renungan kearifan, aamiin.

Kebenaran Sejati Milik Tuhan

Sobatku sebangsa dan setanah air.
Bicara tentang kebenaran itu baik,

Tidak boleh ada seorangpun yang mengklaim bahwa dia paling benar terhadap sesuatu apa saja yang sedang kita perdebatkan ;

Kalau bisa kebenaran berkata-kata sendiri, maka hanya "kebenaran itu sendiri yang boleh mengklaim atau menjamin bawa dirinya Benar,bukan mereka yang memperdebatkannya ;

Ketahuilah bahwa kebenaran yang selalu kita perdebatkan itu bersifat relatif dan hypotetis (kesimpulan sementara), karena ilmu dan kebenaran itu terus berkembang dan karenanya selalu dipengaruhi oleh indikator-indikator yang ada di belakangnya yang terus berubah-ubah ;

Karena Keberan sejati adalah milik Tuhan dimana manusia hanya mampu meraih kebenaran yang relatif dan hypotetis, oleh larena itu BERDAMAILAH, jangan saling bertengkar atau saling menuduh orang lain "salah dan sesat" apalagi yang menyangkut berbeda faham, madzab dan keyakinan.

Semangat berjuang...!!

MGH.20.1.16